Sedekah Jangan Asal Sedekah, Inilah Sedekah Terbaik

Sedekah Jangan Asal Sedekah, Inilah Sedekah Terbaik

Seorang Mukmin yang baik dan konsisten selalu bersungguh-sungguh serta berusaha untuk meraih yang terbaik dalam setiap amalan ibadahnya, termasuk sedekah. Penulis belum mengetahui sedekah yang paling baik secara mutlak, karena sebatas pengetahuan penulis tidak terdapat dalil secara khusus yang menunjukkan keutamaan sedekah dengan harta atau cara tertentu, namun disisi lain terdapat juga dalil yang menunjukkan keutamaan sedekah tertentu dari beberapa sedekah lainnya. Karena itu penulis memandang sedekah terbaik bisa dicapai dari beberapa sisi:

1. Sedekah terbaik dari sisi caranya

Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih baik dibbandingkan sedekah yang dilakukan secara terang-terangan, karena sebuah amalan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih dekat kepada keikhlasan, karena siapa yang berharap pujian dari manusia dari amalnya, dia akan berusaha membuka amalnya

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah:271)

Rasululloh SAW menyatakan bahwa satu dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Alloh SWT di hari kiamat adalah, “Seorang lelaki bersedekah dengan satu sedekah lalu dia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Selain itu Rasululloh SAW menyatakan, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi memadamkan murka ar-Rabb Tabaraka wa Ta’ala.” Diriwayatkan oleh at-Thabrani. Syaikh al-Albani berkata “Hasan lighairihi.” (Shahih at-Targhib wa at-Tarhib jilid 2 no. 888)

Namun apabila terdapat maslahat yang lebih besar ketika menampakkan sedekah dari pada menyembunyikannya, seperti seorang yang menjadi panutan di daerahnya yang ketika ia bersedekah secara terbuka akan menarik banyak orang untuk mengikutinya dalam kebaikan ini, maka itu lebih baik.

2. Sedekah terbaik dari sisi penerima

Sedekah kepada kerabat lebih utama dibandingkan sedekah kepada selainnya, karena sedekah kepada kerabat mempunyai keutamaan yang lebih dari memberikan sedekah kepada selainnya, diantara selain mendapat pahala bersedekah dapat mempererat tali kekerabatan, sehingga Alloh SWT mendahulukan mereka pada firmannya,

۞ لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 177)

Rasululloh SAW bersabda,

“Sedekah kepada orang miskin adalah (hanya bernilai) sedekah, sedangkan kepada kerabat bernilai dua, yaitu sedekah dan jalinan silaturahmi.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan an-Nasa-i. Syaikh al-Albani berkata, “Hasan Shahih.” (Shahih at-Targhib wa at- Tarhib jilid 2 no. 892).

Zainab istri ibnu Mas’ud dan salah seorang wanita dari kaum anshar bertanya kepada Rasululloh SAW lewat Bilal RA tentang sedekah kepada suami mereka dan kepada anak-anak yatim yang berada dalam asuhan mereka, maka Rasululloh SAW menjawab, “Bagi keduanya dua pahala: Pahala kekerabatan dan pahala sedekah.” Muttafaq ‘alaihi.

Lebih-lebih bila kerabat tersebut menyimpan kebencian, maka keutamaannya lebih besar, karena ini termasuk membalas keburukan dengan kebaikan yang bisa meredam keburukan itu sendiri, dan ini lebih sulit.

Rasululloh SAW bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah kepada kerabat yang menyimpan permusuhan.” Diriwayatkan oleh at-Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim, dan dia berkata, “Shahih berdasarkan syarat Muslim.” Syaikh al-Albani berkata, “Shahih.” (Shahih at-Targib wa at-Tarhib jilid 2 no. 894)

Termasuk bersedekah kepada para penuntut ilmu syar’i dan orang-orang shalih merupakan sedekah yang terbaik, karena bersedekah kepada mereka membantu mereka untuk mewujudkan tujuan mulia mereka serta membantunya untuk tetap teguh berjalan di atas jalan kebaikan.

3. Sedekah terbaik dari sisi waktu

Sedekah disaat kondisi sehat, lapang, penuh semangat untuk mengumpulkan harta adalah lebih utama dari sedekah yang dilakukan saat dalam kondisi sakit menjelang ajal. Karena kondisi hati seseorang dikala sehat dan lapang lebih terpaut dan mencintai hartanya, maka bersedekah saat itu akan terasa lebih sulit dan lebih berat.

Abu Hurairah menyampaikan bahwa Rasululloh SAW ditanya oleh seorang laki-laki, “Wahai Rasululloh, sedekah apa yang pahalanya lebih besar?” Rasulullah menjawab, “Kamu bersedekah sementara kamu dalam keadaan sehat lagi kikir, kamu takut kekurangan dan berharap kecukupan, kamu tidak menundanya hingga nyawa sampai di tenggorokan, saat itu kamu akan berkata, ‘Untuk fulan sekian. Untuk fulan sekian.’ Dan saat harta tersebut memang untuk si fulan.” Muttafaq’alaihi.

Karena itu Alloh SWT memerintahkan orang-orang beriman agar segera bersedekah sebelum pintunya tertutup, yaitu saat ajal kematian datang menjemput. Alloh SWT berfirman,

“Merekaorang-orang yang akan mewarisi. (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Munafiqun: 10-11)

Termasuk bersedekah di waktu mulia adalah bersedekah di bulan ramadhan. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, di bulan ramadhan beliau lebih dermawan saat bertemu jibril, beliau lebih dermawan dalam urusan kebaikan daripada angin yang berhembus.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

4. Sedekah terbaik dari sisi kelangsungan pahala yang dihasilkan

Sedekah jariyah atau wakaf termasuk di antara sedekah yang paling baik, karena kelangsungan pahalanya yang terus mengalir kepada yang melakukannya walaupun dia sudah meninggal dunia.

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan menyusulnya setelah matinya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya atau mushaf yang diwariskannya, atau masjid yang dibangunnya, atau rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya pada waktu sehat dan semasa hidupnya ia menyusulnya setelah kematiannya” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Baihaqi. Syaikh al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih at- Targib wa at-Tarhib jilid 1 no. 77)

5. Sedekah terbaik dari sisi kondisi penerima

Sedekah kepada seseorang yang berada dalam kondisi kesusahan, seperti seseorang yang terkena paceklik, kelaparan, bencana alam adalah lebih utama, karena keadaan penerima yang sedang sangat membutuhkan.

Memberi makan kepada orang yang membutuhkan termasuk sedekah yang paling baik, karena makan merupakan kebutuhan dasar hidup manusia, sehingga Alloh SWT menyanjung orang-orang yang bersedekah dengan memberi makan. Alloh SWT berfirman,

“Atau memberi makan pada hari kelaparan. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat.” (QS. Al-Balad: 14-16)

6. Sedekah terbaik dari sisi yang melakukannya

Seseorang yang bersedekah dengan menyisakan sebagian hartanya yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya lebih baik, karena dapat membantunya untuk terhindar dari bergantung kepada orang lain yang bisa membuatnya mengharapkan apa yang ada di tangan mereka atau memintanya, dan hal tersebut merupakan perbuatan yang tercela.

Dari Hakim bin Hizam bahwa Nabi SAW bersabda,

“Sebaik-baik sedekah adalah yang menyisakan sebagian yang dapat mencukupinya.” (Muttafaq ‘alaihi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *