NABI AYYUB ALAIHISSALAM

doa-nabi-ayyub-ketika-ditimpa-penyakit

Alloh SWT berfirman tentang doa Nabi Ayyub AS:

“(Ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Robbnya: “(Ya Robbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 83)

Ayyub AS merupakan salah seorang pilihan yang dipilih oleh Alloh SWT menjadi nabi. Para nabi merupakan orang-orang yang mendapatkan ujian dan cobaan paling berat dari kalangan manusia umumnya.

Nabi Ayyub seorang yang memiliki harta banyak. Alloh SWT memberinya anugerah berupa kekayaan, kesehatan, dan banyak anak. Semua itu merupakan ujian dari Alloh kepada Nabi Ayyub. Beliau tidak terfitnah dengan gemerlap perhiasan dunia sedikitpun. Beliau tetap teguh dalam ketaatan, dan peribadahan hanya kepada Alloh. Padahal Nabi Ayyub memiliki tanah yang luas di daerah Hauron, Namun Nabi Ayyub selalu bersyukur kepada-Nya.

Setelah beberapa waktu kemudian, Alloh SWT menguji Nabi Ayyub dengan cobaan kesulitan, sehingga beliau menjadi seorang yang miskin, dan semua anaknya meninggal dunia. Akan tetapi Nabi Ayyub AS tetap sabar dengan kesabaran yang bagus. Beliau tidak terputus dari peribadahan kepada Alloh SWT, dan bersyukur kepada-Nya. “Alloh Maha Memberi dan Alloh Maha mengambil.”

Selain ujian besar itu, Alloh SWT juga menguji Nabi Ayyub AS dengan cobaan penyakit yang bermacam-macam pada badanya. Penyakit ini terus melekat pada dirinya selama delapan tahun lamanya. Hampir semua orang dekatnya menjauhi, kecuali istrinya selalu menemaninya pada pagi hari dan sore hari. Selain itu, istrinya bekerja pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan makan dirinya dan suaminya sehari-hari. Dia selalu bersabar dengan cobaan yang dialami suaminya dan selalu mengharap pahala dari Alloh SWT.

Cobaan ini membuat iblis dan setan merasa memiliki kesempatan untuk menggoda Nabi Ayyub AS agar mengingkari Alloh SWT. Iblis pun mendatangi Ayyub AS untuk menghembuskan wabah penyakit kepadanya, hingga Nabi Ayyub AS menjadi orang yang nyaris meninggal dunia dan tidak diharapkan hidupnya. Akan tetapi hal itu hanya semakin menambah keimanannya kepada Alloh SWT.

Iblis pun tidak menyerah setelah kegagalan ini. Dia mendekati istri Nabi Ayyub AS, dan mengganggunya agar tidak bersabar ujian yang diberikan oleh Alloh SWT dengan menyebutkan keadaan masa lalu yang penuh dengan harta yang melimpah, anak-anak dan peribadahan yang selalu didirikan. Istrinya pun terpedaya dengan tipuan setan, dia menganggap musibah yang menimpa suaminya adalah sebuah yang tidak pantas bagi dirinya. Akan tetapi Nabi Ayyub AS selalu mengingatkannya kembali agar selalu bersabar kepada Alloh SWT. Kemudian Nabi Ayyub mengadu kepada Alloh SWT:

“Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. (QS. Shod [38]: 41)

Dan berdoa kepada-Nya agar disembuhkan dari segala penyakit, maka Alloh SWT menyembuhkan Nabi Ayyub AS, dari segala penyakitnya dengan melakukan tindakan yang diperintahkan Alloh SWT:

“Hantamkanlah kakimu; Inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum”. (QS. Shod [38): 42)

Akhirnya kehidupan Nabi Ayyub AS kembali membaik dengan mendapatkan rahmat dan perlindungan dari Alloh SWT. Alloh SWT menyebutkan kisah nabi Ayyub ini sebagai pelajaran penting bagi manusia setelahnya. Sebagaimana firman Alloh SWT:

 “Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shod [38]: 43) Wallohu a’lam…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *