Jl. Kpt. Yusuf No. 61 Sukamantri Tamansari Kab. Bogor
TLP/SMS/WA : 0812-2441-6000
admin@hudacendekia.or.id

Harun ; Memutuskan Masuk Islam Setelah Belajar Islam

"Amanah dan Membahagiakan"

Harun ; Memutuskan Masuk Islam Setelah Belajar Islam

[BOGOR – HC NEWS] Waktu shalat shubuh tiba, beberapa menit yang lalu adzan selesai dikumandangkan. Pria yang berkaos gelap dan bercelana jeans itu terlihat khusyuk dan tertunduk ditemani kawannya di pojok kanan masjid, tepat di shaf awal.

Puluhan orang yang berada di belakang pria itu bersiap untuk melaksanakan shalat shubuh berjama’ah dan siap menjadi saksi atas keislamannya pada waktu shubuh hari ini tepatnya 12 Januari 2017. Suasana di Masjid Raya Ali bin Abi Thalib Bogor samping Kantor Yayasan Huda Cendekia diselimuti keharuan. Betapa tidak, hari ini bertambah lagi saudara muslim muallaf yang mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan sempurna di masjid ini.

Pria tersebut adalah Harun, sebuah nama yang islami namun siapa sangka ternyata pemilik nama tersebut awalnya menganut Kristen Protestan. Ia bukan tokoh agama, bukan juga tokoh intelektual, tapi dia adalah seorang muallaf. Berawal dari keingintahuannya akan agama-agama, Harun akhirnya tertarik dengan Agama Islam. Ia lalu mempelajari Islam, dari cara shalat, bacaan hingga isi Al-Qur’an. Awalnya ia tak dituntun siapapun melainkan belajar sendiri dengan apa adanya.

Dari situ ia menemukan secercah cahaya. Cahaya yang menuntunnya menuju Agama Islam. “Setelah mengetahui Isi Al-Qur’an dan Indahnya persaudaraan Islam saya memutuskan untuk masuk Islam,” Kata Harun Pria Paruh Baya asal Bekasi ini.

Tak mudah bagi Harun untuk meninggalkan Agama yang di anut sebelumnya. Agama yang dianutnya sejak lahir. Namun, seperti air yang mengalir begitupun roda kehidupan yang senantiasa berjalan. Kian hari keingintahuan Harun akan Islam dan Al-Qur’an semakin besar. Harun yang telah yakin dengan isi Al-Qur’an, memutuskan untuk menjadi seorang muslim. “Semoga Istiqomah di Jalan Islam” Bisik salah satu jama’ah sambil berjabat tangan bergiliran dengan kompak seusai syahadat itu diikrarkan [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim pesan whatsapp