Jl. Kapten Yusuf No. 61 Sukamantri, Tamansari, Bogor
0812-2441-6000
admin@hudacendekia.or.id

Wanita Muslimah, inilah Jalan Surgamu

"Amanah dan Membahagiakan"

Wanita Muslimah, inilah Jalan Surgamu

Oleh: Arifin, SHI.

Siapakah yang tidak berhasrat memasuki surga nan penuh keindahan. Siapkah yang tidak berbunga hati bila mendengar kenikmatan surgawi? Siapakah yang tidak merindukan surga?.

Surga merupakan sebak-baik tempat. Di dalamnya terdapat pesona keindahan dan kebahagiaan.  Tempat yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, tempat yang istana-istananya berbatu bata emas, berbatu bata perak, berplester kesturi wangi, berlahan subur mutiara dan yaqut. Tanahnya berasal dari za’faran. Tempat yang berkilau kemilau dan berbau semerbak.

Sebagai Muslimah tentu sangat merindukan dan menginginkan dirinya sebagai penghuni surga. Bahkan, jika kita tanya setiap Muslimah. “Apakah engkau ingin masuk surga?” Pasti ia akan menjawab, “Tentu.”

Seyogyanya bagi setiap Muslimah mengetahui jalan yang menyebabkan dirinya meraih dan menggapai surga. Dengan demikian, ia akan berusaha secara optimal dan maksimal meniti jalan tersebut. 

Wahai Muslimah, inilah jalan surgamu sebagaimana yang tercantum dalam al-Qur’an,

“Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).” (QS. an-Nisa’ [4] : 34)

Ibnu Katsir  berkata, “Kata ash-Sholihaat adalah para wanita sholih. Qaanitaat menurut Ibnu Abbas dan para ahli tafsir lainnya adalah wanita yang taat kepada suami. Sementara hafidhootun lil ghoibi disebutkan oleh as-Sudiy dan ulama lainnya: yakni yang selalu menjaga kehormatan suami dan menjaga hartanya serta dirinya saat suami bepergian. Atha dan Qotadah menyatakan, “Artinya, mereka selalu menjaga harta suami ketika suami sedang pergi dan menjaga apa yang menjadi kewajiban mereka, yakni menjaga kesucian diri mereka.

Ayat tersebut akan semakin diperjelas oleh sabda Nabi : “Bila seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, “Masuklah surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki.” (HR. Ahmad)

Rosululloh  juga pernah ditanya tentang wanita manakah yang tebaik? Beliau  menjawab:

Yang selalu menggembirakan bila dilihat oleh suaminya, yang selalu menaati bila diperintah suaminya dan tidak pernah melakukan hal yang tidak disukai suami pada dirinya dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Hibban dan hadits ini hasan)

Dari ayat al-Qur’an dan hadits di atas, niscaya kita dapati kriteria Muslimah calon penghuni surga. Berikut ini beberapa kriterianya;

  • Yakni selalu melakukan amal kebajikan dan kebaikan terhadap suami.

Wanita sholihah senantiasa memanfaatkan waktunya dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh . Ia tidak suka menghabiskan waktunya untuk membicarakan rumah tangga orang lain alias ngegosip. Ia berusaha menjadikan segala aktivitas yang mubah menjadi bernilai ibadah. Saat menghidangkan makanan kepada suaminya, niscaya ia niatkan untuk meraih pahala. Saat meyuapkan makanan ke anaknya, niscaya ia niatkan untuk meraih balasan dari Alloh .

  • Yakni selalu mentaati suaminya selama tidak dalam hal yang dimurkai oleh Alloh .

Wanita Muslimah hendaknya bagaikan prajurit di hadapan komandannya. Ia senantiasa siap sedia membantu dan memberikan pelayanan terbaik kepada suaminya. Apapun yang diperintahkan oleh suami dalam perkara yang ma’ruf, ia senantiasa menjalankannya. Tidak ada ucapan yang mengandung penolakan sediktpun yang meluncur dari lisannya, seperti; entar ah, tidak mau, untuk apa sih, dan lain-lain.

  • Selalu menjaga. Yakni menjaga diri mereka ketika ditinggal pergi oleh suami.

Wanita Muslimah senantiasa menjaga kehormatan dirinya. Ia tidak akan pernah mau dan ridho mengenakan busana yang tipis atau super ketat. Ia tidak akan pernah berduaan dengan lelaki yang bukan mahromnya. Ia tidak akan pernah melakukan perjalanan tanpa didampingi oleh mahraomnya. Saat suaminya pergi, ia pun sangat menjaga mahkota dirinya hingga ia pun tidak pernah menerima tamu lelaki yang bukan mahramnya.

  • Selalu memelihara. Yakni memelihara harta suami ketika suami sedang bepergian.

Wanita Muslimah mengetahui dan memahami benar hakikat harta suami. Harta suami merupakan amanah yang harus dijaga dan dipelihara. Ketika suami pergi meninggalkan berbagai harta yang dimilikinya, seperti; lap top, kulkas, sepeda motor, perhiasan dan lain-lain, niscaya ia benar-benar memelihara. Ia tidak mau meninggalkan rumah suami dengan tanpa penghuni sementara ia asyik berbelanja.

  • Yakni selalu memperlihatkan kepada suami hal-hal yang menggembirakan suami, seperti wajah yang cerah, penampilan yang menarik dan pandai pula menghibur.

Bila seorang Muslimah demikian adanya, hendaknya ia  menerima kabar gembira akan datangnya kemenangan dan ampunan dari Alloh , serta surga-Nya. Diriwayatkan   dengan shohih dari Nabi , beliau bersabda: “Kaum wanita dari calon penghuni surga adalah yang subur dan penuh kasih, taat kepada suaminya, jika suaminya marah ia akan datang dan memegang tangan suami seraya berkata, “Aku tidak akan memejamkan mata malam ini sebelum reda kemarahanmu.” (HR. An-Nasa’i dan Hadits ini Hasan)

Penuh kasih, artinya selalu mengasihi sang suami. Subur, artinya banyak anaknya. Taat, artinya terbiasa untuk memberikan yang terbaik kepada suami. Sementara arti ungkapan, “Aku tidak akan memejamkan mata malam ini,” yakni ucapan kepada suami bahwa ia tidak akan tidur sebelum si suami reda kemarahannya.

al-Manawi  menandaskan, “Wanita mana pun yang memiliki semua karakter tersebut, maka ia pun memenuhi kriteria sebagai penghuni surga. Namun amatlah sedikit wanita yang memenuhi semua karater tersebut.”

Maka, wanita yang taat beragama hendaknya bertekad untuk memiliki semua sifat tersebut hingga ia bisa masuk ke surga. Ia menjadi orang yang memperoleh kebahagiaan hakiki dan abadi. Inlah hakikat kebahagiaan sebenarnya, bukan kebahagiaan semu yang dijadikan impian keumumam wanita, seperti; rumah megah, uang melimpah, kedudukan tinggi dan mobil mewah. Akan tetapi hati mereka hampa dan kosong dari agama.

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat