Blog

Seminar Meraih Harta Halal Tanpa GHARAM : Gharar,Riba dan Maisir

BOGOR (3/4). “Huda Cendekia: Amanah dan Membahagiakan….” “Sekolah Muamalah Indonesia: Harta Berkah, Rizki Melimpah….” Dua slogan/yel-yel tersebut bergema di ruang rapat 1 lantai 2 Gedung Walikota tempat diselenggarakannya acara Seminar Kontemporer untuk Keluarga dan Pengusaha.

Acara yang diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 3 April 2016 kali ini mengambil tema “Solusi Meraih Harta Halal Tanpa “GHARAM” (Gharar Riba dan Maisir). Seminar yang disupport oleh radio Fajri 99.3 FM dan Fajri Umroh serta diliput oleh WesalTV ini berhasil menarik perhatian 90 orang peserta seminar yang hadir dalam acara tersebut. Mayoritas dari peserta adalah para pengusaha yang menginginkan usahanya sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ, supaya kelak mereka dapat meraih keberkahan harta dalam hasil usahanya.

Pemateri pertama seminar adalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. dengan subtema “Meraih Keberkahan Harta Halal bagi Keluarga dan Pengusaha Muslim”. Beliau adalah salah seorang pendiri dari Sekolah Muamalah Indonesia. Pemateri selanjutnya yang tak kalah menarik dari sebelumnya adalah Ustadz Dr. Muhammad Sarbini, M.H.I. Beliau selaku Pembina dari Huda Cendekia mengambil subtema “Peran Keluarga dan Pengusaha dalam Membangun Peradaban Islam”.

Peserta terlihat sangat puas sekali dengan sajian materi yang disampaikan.. Acara yang diselenggarakan oleh Huda Cendekia dan Sekolah Muamalah Indoensia kali ini semakin semarak dengan dilontarkannya beberapa pertanyaan seputar masalah muamalah oleh lebih dari sepuluh peserta.

Belasan peserta pun juga berhasil mendapatkan doorprize dalam acara tersebut. Doorprize merupakan produk dari Herbacare, Mickot, Tashshita, Syamil dan sponsor lain yang ikut berkontribusi untuk menyukseskan kegiatan seminar kontemporer kali ini.

Dengan adanya seminar ini para pengusaha bisa lebih faham akan kontribusinya dalam membangun kembali peradaban Islam yang pernah jaya di masa lampau. Karena keberadaan keluarga dan para pengusaha yang benar-benar memahami tatacara usaha yang sesuai dengan ajaran Islam merupakan titik awal terbentuknya sebuah peradaban Islam yang didambakan oleh kaum muslimin.