Blog

Remaja; Siapa kita jika tidak dengan Islam?

Dan hendaklah diantara kalian ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang orang yang beruntung” (Q.S Ali-Imran [3]: 104)

Mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita mengenai Firman Allah SWT yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran : 104 ini. Dijelaskan di dalamnya tentang perintah Allah yang memuat amar makruf nahi mungkar yang tak lain adalah aktivitas dakwah, ayat yang memuat isi serupa juga dapat kita temui pada Q.S Ali-Imran : 110, QS. At Taubah: 71, Al Hajj: 41, Al-A’raf: 165, Al Maidah: 78-79 dan masih banyak lagi perintah Allah SWT yang memerintahkan kepada kita selaku umat Islam untuk menyeru kebajikan dan mencegah kemungkaran, banyaknya ayat tentang hal tersebut mengindikasikan bahwasannya begitu penting sekali aktivitas dakwah bagi seorang muslim, khususnya remaja yang merupakan generasi penerus di tengah-tengah umat.

 

Islam Agama Dakwah

Sebagai seorang muslim, sudah menjadi konsekuensi ketika kita terikat oleh hukum-hukum Allah SWT tanpa terkecuali, karena bukti keimanan kita yaitu menjadi pribadi yang senantiasa taat dan taqwa kepada-Nya. Kita semua tahu bahwa dakwah merupakan salah satu aktivitas yang disyariatkan oleh Allah kepada kita sebagai kaum muslim, Kalimat tauhid Laa Ilaha Ila Allah yang artinya tiada tuhan selain Allah, merupakan inti ajaran Islam yang sekaligus menjadi pendorong utama kita untuk senantiasa berdakwah. Ketika mendapat seruan bahwa tiada tuhan selain Allah, maka sudah sepantasnya kita tergerak dan melakukan aktivitas dakwah, karena sesuatu yang diperintahkan asal hukumnya adalah wajib, selain itu pada awalnya pun dakwah merupakan misi utama kenabian Muhammad SAW.Karena misi mulia itulah hingga saat ini perkembangan dakwah Islam senantiasa tersebar ke seluruh penjuru dunia.

 

Remaja dan Dakwah

Remaja/pemuda merupakan aset umat Islam yang mempunyai kontribusi besar terhadap perkembangan dakwah. Karena kebangkitan peradaban Islam sesungguhnya tidak dapat di lepaskan dari peranan remaja di dalamnya, jika melihat kondisi remaja saat ini sesungguhnya mereka ada dalam cengkraman kemaksiatan dan di jajah oleh pemikiran-pemikiran sekuler yang membuat para remaja kehilangan jati dirinya sekaligus juga kehilangan statusnya sebagai umat terbaik/Khairu ummah, sebagian besar pandangan mereka di alihkan kepada kesenangan hidup yang secara langsung membuat mereka menjadi pribadi yang Individualistis dan permisif (gaya hidup serba boleh). Sikap individualistis dan permisif inilah yang menjadikan mereka abai dan melupakan kewajiban saling mengingatkan kepada sesama manusia dalam hal kebaikan (Lihat Q.S Al-Ashr 1-3).

Atas dasar kondisi itulah yang menjadikan dakwah sebagai pilar utama untuk merubah keadaan masyarakat yang ada dalam kejahiliyahan menjadi masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang luhur, karena aktivitas dakwah merupakan suatu wujud kepedulian bahkan kasih sayang kita terhadap seluruh umat manusia.

Jika diamati lebih lanjut, masa remaja merupakan masa keemasan setelah masa kanak-kanak, dalam tahapan ini mulailah adanya masa transisi dimana munculnya tanda-tanda pubertas, kematangan fisik, psikologis dan pencarian jati diri.Dalam masa ini pun remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Jika remaja tidak mempunyai pegangan dan iman yang kokoh untuk membentengi dirinya, otomatis pengaruh negatifakan mudah bercokol yang pada akhirnya timbulah kemaksiatan. Dan dengan kemaksiatan itulah yang menjadi cikal bakal runtuhnya pondasi keimanan dan kehancuran generasi penerus umat.

Berabad jarak sesunguhnya telah memisahkan kita dengan tauladan kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.Jauhnya jarak ini pun diiringi dengan banyaknya pergeseran moral dan nilai-nilai agama yang sejak zaman Rasulullah dijunjung tinggi dan hal itu begitu kontradiksi sekali ketika melihat kondisi saat ini, dimana perilaku kemaksiatan sudah berkembang sedemikian pesatnya.Remaja mulai enggan berdakwah kepada yang makruf dan mencegah kemungkaran, bahkan sesuatu yang makruf dilihat sebagai suatu hal yang mungkar, begitupun sebaliknya.Otomatis kebatilan semakin merajalela. Sementara itu, orang yang berbuat kebaikan menjadi suatu hal yang langka dan beban dakwah untuk mengajak kembali ke jalan Islam yang benar pun akan terasa semakin berat. Oleh karena itu dibutuhkan remaja yang tulus  dan ikhlash untuk mengemban amanah ini.

Sebagai salah satu ciri seorang remaja muslim yaitu kepeduliannya terhadap aktivitas dakwah, karena dengan dakwahlah tersampaikan Islam sebagai pedoman hidup dan rahmat untuk seluruh alam. Sudah dikatakan sebelumnya bahwa rentang waktu antara kita dengan Rasulullah SAW begitu jauh sekali, jika dahulu saja syiar dakwah hanya sebatas dari lisan ke lisan dan itupun berhasil dengan bukti tersebarnya Islam ke seluruh dunia, kenapa kita tidak?Padahal banyak sekali media/fasilitas yang lebih maju saat ini yang dapat digunakan sebagai penunjang kita untuk lebih giat lagi untuk berdakwah, intinya tidak alasan untuk tidak melakukan aktivitas dakwah.

Urgensi/pentingnya tuntutan dakwah yang disyariatkan bagaikan suatu rombongan yang menaiki kapal di tengah lautan.Ada yang duduk di bagian atas, ada juga yang duduk di bagian bawah. Dan bila ada orang di bagian bawah akan mengambil air, ia harus melewati orang di atasnya. Sehingga orang yang di bagian bawah tadi berfikir, ”Seandainya aku melubangi tempat duduk milikku sendiri untuk mendapatkan air, tentu aku tidak akan mengganggu orang yangdi atas”. Bila orang-orang di atas itu mencegah perbuatan mereka, maka ia akan selamat beserta semua isi kapal , sementara bila orang-orang di atas itu membiarkan, maka ia akan celaka begitupun seluruh isi kapal.

Dapat diambil hikmah bahwa manusia tidak bisa hidup terlepas dari manusia lainnya, semua ada rasa saling ketergantungan dan saling melengkapi, begitupun dengan aktivitas dakwah. Antara pelaku dakwah dan objek dakwah pun saling hidup berdampingan dalam kondisi tertentu, jika keduanya acuh dan tidak ada rasa kepedulian maka disanalah azab Allah menimpa, jika sebagai remaja kita hanya diam saja melihat kondisi kerusakan umat saat ini sama saja dengan kita berperilaku acuh/apatis dan secara tak sadar atas perilaku itulah azab Allah seakan datang mendekati kita secara perlahan, Naudzubillah.

 

Remaja : Siapa kita jika tidak dengan Islam?

Betapa Islam melindungi remaja yang giat berdakwah menolong agama Allah SWT dengan bermodal yakin bahwa Allah akan melakukan hal yang serupa, seperti dijelaskan pada Q.S Muhammad : 7 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” . dengan begitu, keimanan dalam hati tidak akan pernah rapuh karena tertanam kokoh janji-janji Allah yang hendak diberikan-Nya berupa buah manisnya keyakinan yang tak hanya sekedar di hati dan lisan, namun dilengkapi dengan amalan yang bermanfaat yaitu diberikan-Nya surga seluas langit dan bumi yang merupakan sebaik-baiknya tempat kembali.

Jika menengok kembali pada masa lalu sebelum Islam datang, masa jahiliyah merasuk pada kehidupan bermasyarakat, tapi sampai Islam datang mengubah kondisi kehidupan saat itu dari posisi  rendah menjadi tinggi, Islam pun memberikan kehormatan sekaligus menjaga kehormatan itu . oleh karenanya wajib bersyukur atas anugerah dan pemberian itu dengan cara menunaikan perintahnya, khususnya perintah dakwah yang merupakan aktivitas yang melibatkan sesama manusia.

Bukan suatu hal yang salah ketika remaja giat untuk berdakwah demi merubah lingkungannya, karena selain hal itu merupakan kewajiban yang dibebankan syariat juga terdapat pahala lebih seperti hadits yang artinya “Siapa saja yang menyampaikan manusia pada petunjuk (Islam) dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana  pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Turmudzi, An-Nasi’i, Ibnu Majah). Dan  tanda kesempurnaan Islam yang tertanam dalam diri seseorang itu tidak hanya melakukan ibadah ritual serta memelihara tangan dari perbuatan maksiat saja, tapi bersamaan dengan itu remaja harus menyertainya dengan bergerak maju untuk berdakwah, mempertahankan kebenaran dan meninggikan kalimat Allah SWT. Meskipun tak dapat terelakan lagi adanya tantangan-tantangan dakwah  yang bisa saja menyurutkan remaja. Tapi yakinlah bahwa pahit di awal itu lebih baik, karena manisnya itu akan terasa ketika bersungguh-sungguh menggapai pahala dan meraih Ridho-Nya. So, Remaja harus menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari masalah. Let’s Start To Be Dakwah Together J