Pendapat Ulama Salaf tentang Sedekah

Pendapat Ulama tentang Sedekah Nasihat Lukman Al Hakim 27 Dec

Pendapat Ulama Salaf tentang Sedekah

YayasanHudaCendekia_ Pada Kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana Pendapat Ulama Salaf tentang sedekah. Pembahasan ini dimuat dalam kitab “At-Tadawi bish-Shadaqah” yang ditulis oleh Syaikh Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam dan diterjemahkan oleh Ustadz Atik Fikri Ilyas & Yasir Maqashid. Diterbitkan pertamakali pada Juli 2007 oleh Penerbit Nakhlah Pustaka Jakarta. Tulisan berikut ini merupakan text asli dari terjemahan tersebut.

Bagaimana Pendapat Ulama Salaf tentang Sedekah?

‘Umar [Khalifah kedua setelah Abu Bakar] berkata, “Sesungguhnya, diakhirat kelak, amalan saling membanggakan diri. Maka sedekah berkata, “Aku yang paling utama dari kalian (amalan-amalan lain).

‘Abdul ‘Aziz bin ‘Umar berkata “Sholat mengantarkanmu menuju setengah penjalanan, puasa mengantaranmu pada pintu kerjaan, dan sedekah memasukkanmu ke dalamnya.”

Ibnu Abi Al – Ja’d menandaskan, “Sesungguhnya sedekah menolak 70 pintu keburukan.”

Yahya bin Mu’adz berkata, “Aku tidak tahu biji yang timbangannya sebanding gunung di dunia kecuali dari sekekah.”

As-Sya’bi berkata, “Siapa saja yang kebutuhan akan pahala sedekahnya tidak melebihi kebutuhan orang fakir terhdap sedekahnya, maka sedekahnya telah rusak dan sisa-sia.”

Al-Laits bin Sa’ad mengatakan, “Siapa yang mengambil dariku sedekah atau hadiah, maka haknya atasku lebih besar dari hakku atasnya, karena dia menerima dariku sesuatu yang dapat mendekatkanku kepada Alloh.”

Sementara Fuhail bin ‘Iyadh berkata kepada mereka yang mengambil sedekah, “Mereka mengambil perbekalan kita ke akhirat tanpa balasan, sampai meletakannya di timbangan amal di sisi Alloh.”

‘Ali bin Abi Thalib berkata, “Siapa yang dikaruniakan harta oleh Alloh, maka hendaknya menyambung silaturahim, menghormati tamu, menyenangkan yang sedih dan tawanan, orang yang dalam perjalanan (Musafir), orang-orang fakir miskin, para mujahid, dan hendaknya bersabar menghadapi musibah, karena dengan semua ini kemuliaan dunia dan kebahagiaan di akhirat didapatkan.”

Abu Hatim berkata, “Bakhil adalah pohon di neraka yang dahannya ada di dunia. Siap ayang bergantung dengan dahan-dahannya, ia akan mendorongnya ke neraka. Sebagaimana dermawan (baca: orang yang bersedekah) adalah pohon di surga dan dahan-dahannya di dunia. Siapa yang bergantung dengan dahan-dahannya, maka ia akan mendorongnya ke surga, dan surga adalah rumah orang-orang dermawan.”

ketika orang saleh mendatangi orang fakir dan meminta sedekah darinya, dia berkata, “Selamat datang untuk Anda yang datang membawa bekal kita kepada Tuhan kita.” Yang dimaksud dengan bekal adalah kebaikan-kebaikan dan amalan mendedekatkan diri pada Ridha Alloh Subhanahuwata’ala.