Istiqomah Dijalan Allah, Seperti ini Nasihat Rasululloh

Istiqomah dijalan Allah 29 Jan

Istiqomah Dijalan Allah, Seperti ini Nasihat Rasululloh

Istiqomah Dijalan Allah adalah kunci seseorang sukses beragama sampai akhir hayatnya. Jika ada seorang yang tumbuh dalam keadaan sholeh akan tetapi terjerumus kepada keburukan sehingga memasukkannya ke dalam neraka, maka ia tidak dikatakan Istiqomah. maka sangat penting bagi setiap Muslim untuk menapaki Jalan Istiqomah Dalam Beribadah hingga akhir hayat kita.

Berikut Ulasan tentang Istiqomah Dijalan Allah yang dikutip dari Buku terjemah syarah kitab Riyadhusholihin karya Imam Annawawi yang di dalam dicantumkan Ayat al-Qur’an berkenaan dengan pembahasan ini dan Nashihat Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam kepada kita agar tetap istiqomah di jalan Alloh.:

Istiqomah Dijalan Allah

Dalam kitab Jami’ul Ulum wal Hikam (hlm 311 – al-Muntaqa), Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan: “Istiqomah adalah menempuh jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, tanpa menyimpang ke kanan ataupun ke kiri. Yang demikian itu mencakup ketaatan secara menyeluruh, baik lahir maupun batin, serta meninggalkan segala bentuk larangan.

Alloh Ta’ala berfirman:

… karena itu tetap (istiqamah)lah kamu (dalam beribadah) kepada-Nya, dan mohonlah ampunan kepada-Nya… ‘ (QS. Fushshilat : 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa pasti ada kelalaian (pada diri seorang hamba) dalam berbuat isitomah yang diperintahkan oleh-Nya, sehingga hal itu mengharuskan seseorang untuk memohon ampunan dengan bertaubat dan kembali beristiqomah.”

Alloh Ta’ala berfirman:

Maka tetap (istiqomah)lah engkau (Muhammad, di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu… ”  (QS. Hud : 112)

Alloh Ta’ala memerintahkan Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam agar beliau tetapi teguh dan selalu berisitiqomah, sebagaimana diperintahkan dan dijelaskan oleh-Nya.

 Alloh Ta’ala Berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami adalah Alloh’ kemudian mereka meneguhkan perndirian mereka (beristiqomah), maka Malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengna (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu.’ Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (Surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai pernghormatan (bagimu) dari (Alloh) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 30-32)

Melalui ayat di atas, Alloh Ta’ala mengabarkan kepada hamba-Nya yang sudah menghikhlaskan agama mereka bahwa yang haq adalah bertakwa hanya kepada-Nya serta berjalan di atas jalan Rasul yang Mulia , Tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan seperti jalannya musang.

Dengan demikian, para Malaikat-Nya pasti menyampaikan kabar gembira kepada mereka supaya tidak takut ketika kematian menjemput dan supaya tidak bersedih atas apa yang mereka tinggalkan nanti berupa anak, keluarga, dan harta benda. kemudian, mereka diberitahukan tentang lenyapnya keburukan dan tercapainya kebaikan. Ditegaskan pula bahwa kami (para Malaikat Alloh) adalah penjaga kalian (kaum Muslimin) atas perintah Alloh dalam kehidupan dunia, dan kami senantiasa menemani hingga kalian masuk ke Surga. Juga dijelaskan bahwa di dalam Surga itu segala keinginan kalian akan terkabul, dan semua itu menjadi penyegar pandangan kalian, termasuk segala sesutu yang tidak pernah terbersit di dalam hati manusia.

Penghormatan tersebut merupakan pemberian dari Rabb Yang Maha Pengampun atas dosa-dosa kalian; Dia pun telah mengampuni, menutupi aib, dan menyayangi kalian. Maka segala puji bagi-Nya semata baik di dunia maupun di akhirat.

Alloh Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang berkata: adalah Alloh,’ kemudian mereka tetap istiqomah, (maka) tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni Surga, (dan mereka0 kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf : 13-14)

agar istiqomah dijalan allah

Hadits Tentang Istiqomah

Dari Abu Amr – ada yang mengatakan lain: ‘Abu Amrah Sufyan bin Abdullah Radhilallohu’anhu – ia menuturkan; Aku pernah meminta: “Wahai Rasululloh, ajarkanlah kepadaku suatu ucapan dalam agama Islam yang aku tidak menanyakan kepada seorang pun selain Engkau.” Beliau pun menjawab: “Ucapkanlah: ‘Aku beriman kepada Alloh,’ kemudian Berisiqomahlah (tetaplah berada pada jalan yang lurus).” (HR. Muslim no 38)

Istiqomah mengandung derajat yang tinggi. Sikap ini menunjukkan kesempurnaan iman dan keagungan himmah (kemauan keras).

Dari Abu Hurairah Radhiallohu’anhu ia bercerita; Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam pernah bersabda: “Usahakan bersikap lurus dan menetapi yang benar. Serta ketahuilah, bahwa tidak ada seorangpun di antara kaian yang selamat (dari siksa) karena amal perbuatannya.” Para Sahabat bertanya: “Termasuk engkau, wahai Rasululloh?” Beliau pun menjawab: “termasuk juga aku, hanya saja Alloh meliputi diriku dengan rahmat dan karunia-Nya.” (HR. Muslim 2816/76)

Para ulama menerangkan: “Istiqomah berarti teguh dalam ketaatan kepada Alloh Ta’ala.” kata istiqomah termasuk bentuk jawami’ul kalim (lafazh singkat yang beramal luas).

Baca juga: Keutamaan Orang Kaya yang Bersyukur

Demikian pembasahan tentang Istiqomah Dijalan Allah ini, semoga Alloh karuniakan keistiqomahan ke dalam diri kita sampai akhir hayat nanti. Untuk kita yang gemar mengerjakan Sholat maka beristiqomahlah, untuk yang mengejar Surga dengan berpuasa maka beristiqomahlah sampai dipanggil dari pintu Arrayan, untuk kita yang bisa berinfak maka berisitiqomahlah dalam berinfak selagi Alloh berikan kesempatan kepada kita untuk melakukannya. Begitu pun dengan amal-amal yang lainnya. Wallohua’lam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *