DO’A TERHINDAR DARI HUTANG

Oleh: Ali Maulida, S.S, M.Pd.I

)) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلبُخْلِ وَاْلجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ((

“Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan pengecut, dan dari belenggu hutang serta tekanan manusia”. (HR. al-Bukhori).

 

Manusia senantiasa memiliki kebutuhan dalam hidupnya. Terkadang seseorang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhinya disaat ia tidak memiliki kemampuan keuangan yang mencukupi. Dalam keadaan seperti ini seringkali ia harus meminta bantuan pihak lain dengan meminjam sejumlah dana, atau dengan kata lain ‘berhutang’.

Berhutang adalah salah satu bentuk muamalah yang dihalalkan oleh syariat Islam. Bagi pihak yang memberi pinjaman, tentunya bantuan berupa hutang yang diberikannya ini menambah pundi-pundi pahala atas kesholihannya. Di sisi Alloh SWT amal ini termasuk kategori yang sangat mulia. Sikap tolong-menolong dan membantu sesama muslim adalah salah satu amal sholih yang berpahala besar.

((مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ))

“Barangsiapa menghilangkan sebuah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan di dunia, pasti Alloh akan menghilangkan baginya kesulitan pada hari kiamat (di akhirat)”. (HR. Muslim)

Bagi pihak yang berhutang, tentunya ia harus berusaha segera menunaikan janjinya mengembalikan hak saudaranya yang telah ia pinjam untuk sementara waktu itu.

Namun, tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan dalam membayar hutangnya meskipun berbagai usaha telah ia lakukan dengan penuh kesungguhan.

Bagi seorang muslim, tentu sudah seharusnya dalam segala keadaan ia selalu menggantungkan segala urusannya kepada Alloh SWT. Termasuk disaat memiliki hutang yang membelenggu dan tumpukan beban pikiran karenanya, yang tidak jarang berefek pada menurunnya kualitas kehidupan dan ketaatannya kepada Alloh SWT.

Rosululloh SAW menuntun umatnya untuk senantiasa berdoa kepada Alloh SWT, meminta kepada-Nya segala kebutuhan, dan memohon solusi terbaik dari berbagai problem kehidupan. Selain doa tersebut diatas, beliau juga mengajarkan sebuah do’a:

((اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ))

“Ya Alloh, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Kayakanlah aku dengan karunia-Mu (sehingga aku tidak meminta kepada) selain-Mu”. (HR. Tirmidzi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *