Artikel

Keteladanan Rasululloh dalam Bersedekah

Bagaimana Keteladanan Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam dalam Bersedekah? Sungguh sangat indah penuturan Ibnu Qayyim mengenai petunjuk Nabi dalam bersedekah. Ibnu Qayyim berkata; Rasululloh adalah manusia terbaik dalam hal bersedekah atas apa yang dimilikinya. beliau tidak menganggap banyak atau sedikit segala sesuatu yang diberikan Alloh kepadanya. Tidak ada seorang pun yang meminta kepada beliau, melainkan beliau pasti akan memberi orang itu baik sedikit atau banyak. dalam memberikan harta, beliau tampak seperti orang yang tidak takut miskin. memberi dan bersedekah adalah sesutu yang paling beliau cintai. kebahagiaan dan kegembiraan beliau dalam memberi lebih besar dari pada kegembiraan orang yang suka diberi ketika mendapat pemberian.

Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan. Tangan kanannya laksana angin yang berhembus. Jika ada seorang yang membutuhkan berada disampingnya, beliau akan mendahulukan orang tersebut; ada kalanya dengan memberi makan, adakalanya memberi hadiah, dan ada kalanya dengan membeli sesutu kemudian uang dan barang yang dibelinya itu diserahkan semuanya kepada orang itu. Terkadang Rasululloh berhutang sesuatu kemudian mengembalikannya dengan lebih banyak atau lebih berharga.

baca juga: Hindarkan Keburukan dengan Sedekah

Terkadang Rasululloh membeli sesuatu kemudian memberikan uangnya lebih dari harga sebenarnya. Rasululloh menerima hadiah, dan membalasnya dengan memberi hadiah yang lebih berharga dan lebih banyak dari hadiah yang diterimanya, bahkan memberinya berlipat ganda. hal ini dilakukan karena beliau memberi contoh beragam bentuk sedekah dan berbuat baik dengan segala cara yang mungkin dilakukan. Rasululloh bersedekah dengan apa yang dimiliknya, dengna perbuatannya, dandengan ucapannya. Rasululloh mengeluarkan harta yang ada di sisinya, memerintahkan dan memotivasi agar para sahabatnya mau mengeluarkan sedekah, serta mendoakan orang yang mengeluarkan sedekah. Ketika Rasululloh melihat ada sahabatnya yang bakhil dan sangat kikir, beliau mengajaknya untuk mau mengeluarkan harta. Orang yang berada di dekat Rasululloh, menjadi sahabatnya dan melihat petunjuk yang diberikannya menyatakan bahwa Rasululloh memiliki sifat pemurah dan suka memberi. Oleh karena itu, Rasululloh adalah pribadi yang berdada lapang, berjiwa paling baik, dan berkalbu paling bersih. Sebab, sedekah dan perbuatan baik memberikan pengaruh yang luar biasa dalam melapangkan dada.(Ibn. Qayyim Zad al-Ma’ad, vol 1 h 22)

 

Ucapan Terimakasih disampaikan Ketua Ma’had MHI Bogor

“Jazakumullohu khairan katsira kepada para muhsinin yang saat ini sudah ikut berpartisipasi dalam program Pendidikan Da’i Nusantara ini, kami juga menyeru kepada kaum Muslimin yang lain yang belum ikut berpartisipasi dalam program Pendidikan Da’i Nusantara ini, Mari salurkan Dana-dana Anda semua dalam program Pendidikan Da’i Nusantara melalui Yayasan Huda Cendekia” (Ust. Supendi | Ketua MHI Bogor)

[Video] Ucapan Terimakasih Ketua Ma’had MHI

 

Setelah mengucapkan basmallah serta memberikan salam, Ustadz Supendi yang saat ini diamanahi sebagai Ketua Pesantren/Ma’had Huda Islami Bogor mengucapkan Jazakumullohu khairan (Semoga Alloh membalas Anda semua dengan kebaikan) atas infak sedekah yang selama ini disalurkan melalui Yayasan Huda Cendekia. Tak lupa Ustadz yang biasa mengisi kajian-kajian  Umum di wilayah Bogor ini menyeru kaum muslimin untuk ikut serta dalam Program mulia, dalam rangka mendukung Program Pembinaan Da’i-da’i Nusantara yang saat ini telah dibuka dibeberapa daerah yaitu Bogor, Cianjur, Cirebon, Jakarta dan Bandung.

 

Hindarkan Keburukan dengan Sedekah

hudacendekia.or.id | Sedekah memiliki dampak positif bagi pelakunya dalam hal menjaganya dari keburukan dan musibah (hal yang tidak disukai). Diriwayatkan dari Abu Umamah, Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda,

“Pelaku kebaikan dapat mencegah kejadian buruk, bersedekah secara rahasia dapat mencegah murka Tuhan, dan silaturahim dapat memperpanjang usia. (HR. Thabrani)

Ibnu Abi Ja’d berkata, “Sedekah menolak 70 pintu keburukan”. Termasuk di antara pengaruh positif dari sedekah adalah menjaga hamba dari mati dalam keadaan yang buruk (su’ul khatimah). Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya sedekah meredam murka Tuhan, dan menolak mati dalam keadaan buruk (su’ul khatimah).

Ibnu al-‘Arabi al-Maliki berkata, “Hakikat mati yang buruk adalah mati di jalan maksiat”. Sementara al=Mubarakfuri berkata, “Al-Iraqi berkata, ‘Yang jelas, maksud dari mati dalam keadaan buruk adalah yang diminta oleh Rasululloh agar dijauhkan darinya, yaitu -Mati- dari terkena reruntuhan, jatuh, tenggelam, kebakaran, dan disesatkan setan saat meninggal, dan terbunuh di jalan Alloh saat lari dari medan perang.

Saudaraku, lihatlah keutamaan sedekah, dan dampaiknya pada husnul khatimah (mati yang baik) serta menjaga hamba dari hal-hal yang dibenci dan akibat yang buruk.

Baca Juga: Keutamaan Sedekah Secara Rahasia

Dikutip dari Buku Terjemah dengan Judul: “Dahsyatnya Terapi Sedekah”, Judul Asli: “At-Tadawi bish-Shadaqah”. Ditulis oleh Syaikh Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam.

Sedekah secara Rahasia, diantara 7 Golongan yang Dinaungi di Hari Kiamat

hudacendekia.or.id | Siapa diantara kita yang tidak ingin menjadi salah satu dari 7 Golongan yang dinaungi di hari kiamat? Tentu kita berharap mendapatkan nikmat besar ini dimana tidak ada yang dapat menaungi kita ketika itu kecuali Alloh Subhanahuwata’ala. Diantara golongan yang mendapat naungan adalah orang yang bersedekah secara Rahasia, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.

Sedekah secara Rahasia, diantara 7 Golongan yang Dinaungi di Hari Kiamat

Pada hari Kiamat kelak, setiap orang berkumpul, dan matahari berada dekat di atas kepala manusia, sehingga banyak keringat tercucur sampai menutupi seluruh tubuh manusia. diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasululloh Saw bersabda, Pada Hari Kiamat manusia berkeringat, sampai keringatnya memcapai ke bumi 70 hasta dan menggenangi mereka sampai ke hidung mereka. (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar mengomentari hadis ini, “Siapa yang merenungi keadaan Hari Kiamat, niscaya dia mengetahui dahsyatnya perkara menakutkan di dalamnya. hal itu karena api cepat melalap bumi tempat tinggal, dan matahari tepat berada hanya dengan jarak satu mil di atas kepala manusia. Maka bagaimana panasnya bumi saat itu? Bagaimana derasnya keringat tercucur hingga setinggi 70 hasta? Padahal ukuran tinggi setiap orang hanya seukuran kedua kakinya; maka bagaimana keadaan mereka dengan keringat mereka, dan dengan perbedaan keadaan mereka di dalamnya (sesuai amalan)? sesungguhnya kejadian ini mencengangkan akal dan menunjukan keagungan kekuasaan ilahi.”

Dalam keadaan sepe7 Golongan yang Dinaungirti itu, betapa manusia sangat membutuhkan perlindungan. maka sedekah pun datang untuk menaungi dan melindungi pelakunya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan ‘Uqbah bin ‘Amir, dia berkata, aku mendengar Rasululloh Saw bersabda, “Setiap manusia berada pada naungan sedekahnya sampai memisahkan antara manusia. Atau beliau bersabda, sampai diputuskan hukum antar manusia.

Abu Al Khair _ salah seorang perawi hadis ini – akan menyalakan dirinya jika dalam sehari dia tidak bersedekah walaupun dengan kue atau bawang.

dalam hadis lain juga disebutkan tentang tujuh golongan yang berada dalam naungan Alloh di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Di antara tujuh golongan itu adalah, “Seorang yang bersedekah dan merahasiakan sedekah itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui yang diberikan tangan kanannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari Buku Terjemah dengan Judul: “Dahsyatnya Terapi Sedekah”, Judul Asli: “At-Tadawi bish-Shadaqah”. Ditulis oleh Syaikh Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam.

Sedekah adalah Realisasi Perintah Alloh dan Rasul-Nya

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Keutamaan Sedekah (Baca juga: Sedekah Mensucikan ). Salah satu alasan kenapa kita dianjurkan untuk bersedekah karena Sedekah adalah Realisasi Perintah Alloh dan Rasul-Nya. Berikut beberapa Ayat Al Qur’an (hanya artinya) tentang hal ini:

Sedekah adalah Realisasi Perintah Alloh dan Rasul-Nya

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rasul apabila Rasul menyerumu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada mu, ketahuilah sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (al-Anfal 8: 24)

Sedekah adalah realisasi Perintah Alloh dan Rasul Nya

Di ayat lain, Alloh Ta’ala berfirman yang artinya:

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Alloh suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).” (Asy-Syura 42:47)

Di antara sifat orang beriman dan bertakwa adalah bersegera melksanakan perintah Alloh. Sedekah termasuk amalan yang diperintahkan, disunnahkan, dan disenangi Alloh. Alloh Ta’ala berfirman,

“Katakanlah kepada hamba-hamba Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shholat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (Ibrahim 14: 31)

Dalam Firman-Nya yang lain,

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Alloh) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi Syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (al-Baqarah 2: 254)

Juga ditegaskan dalam firman Nya,

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata: Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (al-Munafiqun 63: 10)

Dikutip dari Buku Terjemah dengan Judul: “Dahsyatnya Terapi Sedekah”, Judul Asli: “At-Tadawi bish-Shadaqah”. Ditulis oleh Syaikh Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam.

Sedekah Mensucikan dan Membersikan Diri

Pada Artikel sebelumnya telah dibahas “Bagaimana Pendapat Ulama Salaf tentang Sedekah“, pada artikel lanjutan ini terkait dengan Manfaat Sedekah dan diambil dari sumber yang sama: Sedekah Mensucikan dan membersihkan Diri.

Manusia adalah tempatnya salah dan Dosa, siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat Dosa dan kesalahan? Tentu saja kita semua pastilah pernah melakukan kesalalahan dan dosa baik besar maupun kecil dosa tersebut. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti membuat kita putus asa dengan rahmat Alloh yang luas. Alloh Ta’ala memberikan banyak jalan untuk hamba-hambanya yang ingin memperbaiki diri, diantara jalannya adalah dengan Bersedekah.

Sedekah Mensucikan

Alloh Subhanahuwata’ala berfirman yang artinya:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) sedekah mensucikan Yayasan Huda Cendekiaketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah 8:103)

Kalimat membersihkan mereka, bermakna membersihkan dari dosa-dosa mereka dan dari kebakhilan jiwa mereka. sedangkan kalimat mensucikan mereka, yakni mengisyaratkan ada mimbar pemberian keutamaan dan kebaikan untuk mereka, karena sedekah membersihkan dan mensucikan serta menghilangkan keburukan, dan meningkatkan derajat.

Dikutip dari Buku Terjemah dengan Judul: “Dahsyatnya Terapi Sedekah”, Judul Asli: “At-Tadawi bish-Shadaqah”

 

Pendapat Ulama Salaf tentang Sedekah

YayasanHudaCendekia_ Pada Kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana Pendapat Ulama Salaf tentang sedekah. Pembahasan ini dimuat dalam kitab “At-Tadawi bish-Shadaqah” yang ditulis oleh Syaikh Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam dan diterjemahkan oleh Ustadz Atik Fikri Ilyas & Yasir Maqashid. Diterbitkan pertamakali pada Juli 2007 oleh Penerbit Nakhlah Pustaka Jakarta. Tulisan berikut ini merupakan text asli dari terjemahan tersebut.

Bagaimana Pendapat Ulama Salaf tentang Sedekah?

‘Umar [Khalifah kedua setelah Abu Bakar] berkata, “Sesungguhnya, diakhirat kelak, amalan saling membanggakan diri. Maka sedekah berkata, “Aku yang paling utama dari kalian (amalan-amalan lain).

‘Abdul ‘Aziz bin ‘Umar berkata “Sholat mengantarkanmu menuju setengah penjalanan, puasa mengantaranmu pada pintu kerjaan, dan sedekah memasukkanmu ke dalamnya.”

Ibnu Abi Al – Ja’d menandaskan, “Sesungguhnya sedekah menolak 70 pintu keburukan.”

Yahya bin Mu’adz berkata, “Aku tidak tahu biji yang timbangannya sebanding gunung di dunia kecuali dari sekekah.”

As-Sya’bi berkata, “Siapa saja yang kebutuhan akan pahala sedekahnya tidak melebihi kebutuhan orang fakir terhdap sedekahnya, maka sedekahnya telah rusak dan sisa-sia.”

Al-Laits bin Sa’ad mengatakan, “Siapa yang mengambil dariku sedekah atau hadiah, maka haknya atasku lebih besar dari hakku atasnya, karena dia menerima dariku sesuatu yang dapat mendekatkanku kepada Alloh.”

Sementara Fuhail bin ‘Iyadh berkata kepada mereka yang mengambil sedekah, “Mereka mengambil perbekalan kita ke akhirat tanpa balasan, sampai meletakannya di timbangan amal di sisi Alloh.”

‘Ali bin Abi Thalib berkata, “Siapa yang dikaruniakan harta oleh Alloh, maka hendaknya menyambung silaturahim, menghormati tamu, menyenangkan yang sedih dan tawanan, orang yang dalam perjalanan (Musafir), orang-orang fakir miskin, para mujahid, dan hendaknya bersabar menghadapi musibah, karena dengan semua ini kemuliaan dunia dan kebahagiaan di akhirat didapatkan.”

Abu Hatim berkata, “Bakhil adalah pohon di neraka yang dahannya ada di dunia. Siap ayang bergantung dengan dahan-dahannya, ia akan mendorongnya ke neraka. Sebagaimana dermawan (baca: orang yang bersedekah) adalah pohon di surga dan dahan-dahannya di dunia. Siapa yang bergantung dengan dahan-dahannya, maka ia akan mendorongnya ke surga, dan surga adalah rumah orang-orang dermawan.”

ketika orang saleh mendatangi orang fakir dan meminta sedekah darinya, dia berkata, “Selamat datang untuk Anda yang datang membawa bekal kita kepada Tuhan kita.” Yang dimaksud dengan bekal adalah kebaikan-kebaikan dan amalan mendedekatkan diri pada Ridha Alloh Subhanahuwata’ala.

 

 

Pembagian Sembako kepada 35 Santri Cibeber Bogor

Huda Cendekia_Berkat bantuan serta dukungan dari para Donatur dan berbagai pihak, Alhamdulillah telah tersampaikan amanah dari para Donatur untuk Program YHC ON The Move berupa Pembagian Sembako dan Uang Saku kepada 35 orang Yatim & Dhuafa di Kampung Pasir Honje, RT. 007 RW. 003, Desa Cibeber II Leuwiliang Bogor pada hari Sabtu, Tanggal 16 Desember 2017.

Acara berjalan dengan baik dan di sambut hangat oleh warga setempat, acara dimulai pada jam 09.15 wib dengan dimulai dengan sambutan dari Ustadz setempat dilanjutkan dengan tausiyah dari Huda Cendekia di wakilioleh ustadz Jum’at Ridwan dan diakhiri dengan pembagian sembaqo dan uang kepada para Yatim dan Dhuafa.

Ucapkan terimakasih disampaian oleh Ketua RT dan Ustadz Setempat kepada para donatur yang telah menitipkan sebagian hartanya melalui Huda Cendekia dan mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk para donatur

Pembagian Paket Sembako Uang Saku YHC

Aksi Bela Palestine

Sabtu 16 Desember 2017, Malam minggu memang malam yang panjang, selepas maghrib malam itu kami seluruh keluarga besar Yayasan Huda Cendekia bergegas memikul amanah ukhuwah islamiyah menuju Monas (Monumen Nasional) untuk memperjuangkan hak-hak saudara kami di palestine dengan mengikuti rangkaian acara Aksi Bela Palestine.

Ahad dini hari, masjid istiqlal menjadi saksi akan lekatnya persaudaraan ummat muslim dari berbagai penjuru indonesia yang kian menelusuk kedalam relung dada kami, persatuan ummat yang begitu solid, kerinduan yanga sama, kesedihan yang sama, rasa sesal yang sama membuat kami semua berdiri, ruku dan sujud dengan begitu khusyu subuh itu.

Peserta aksi bela palestine huda cendekia

Gemuruh takbir kian bergemuruh dilangit jakarta mengiringi perjalanan kami menuju Monumen Nasional pagi itu, para asatidz telah bersiap memberikan wejangan-wejangan dan orasi penyemangat untuk kami peserta Aksi Bela Palestine.

Kebebasan Palestina sebagai negara merdeka seutuhnya dari jajahan zionis Islrael adalah satu-satunya tuntutan kami kepada dunia, sekaligus do’a kami pada Allah ta’ala. Kami yakin dunia tidak buta dan Allah tak akan mengabaikan jutaan tangan yang menengadah meminta pada-Nya.

Alhamdulillah aksi bela palestina Ahad 17 Desember 2017 berlangsung dengan lancar dan damai. Terimakasih kepada para donatur yang telah mendukung kami untuk bisa berangkat mengikuti akasi tersebut, semoga ukhuwah islmaiyah kita senantiasa Allah jalin, semoga dengan turut serta kita membela hak-hak saudara kita di palestina menjadi sebab Allah turutkan kita untuk bersama-sama mereka kelak di surga. Aamiin.

 

Kisah Ulbah bin Zaid yang Tak Mampu Sedekah

Teringat kisah seorang sahabat miskin yaitu Ulbah bin Zaid r.a sahabatfaqir yang dermawan. Dikisahkan menjelang perang tabuk (melawan bangsa romawi) Rosululloh tengah menghimpun pasukan dengan syarat, yang akan ikut berperang hanyalah orang-orang yang memiliki tunggangan serta beliaupun menghimpun sedekah dari seluruh umat muslim, maka seluruh ummat muslim kala itu berbondong-bondong mendatangi Rosululloh untuk mendaftar berjihad dan bersedekah untuk kebutuhan perang. Karena Perang kali ini sangat membutuhkan biaya yang besar dikarenakan jarak yang jauh serta kekuatan besar yang akan dihadapi. .

Kisah Sahabat Fakir Ulbah bin Zaid yang Tak Mampu Sedekah

rintihan Sahabat Ulbah bin zaid yang Tak mampu bersedekah

Maka ditengah kesibukan kaum muslimin disudut kermaian tersebut meneteslah airmata Ulbah bin Zaid r.a, hatinya yang menggebu untuk menyambut surga dengan berjihad, pupus ditelan oleh kefakiran yang tengah ia hadapi. Ia hanyalah sesosok sahabat penuh harap ridho Allah yang tak punya apa-apa.

Dengan nasihat yang penuh cinta setelah usai shalat Rosululloh memberikan kabar gembira, bahwa bagi kaum muslimin yang ikut berjihad dan membantu persiapan jihad Allah jaminkan surga bagi mereka.

Maka semakin deraslah mengalir air mata Ulbah yang sempat terbendung, sambil menyaksikan sumringahnya sahabat yang lain saat mendermakan hartanya, langkahnya mulai terseok dalam tangis menuju rumah kumuh tempat ia meratap.

Iapun pulang dalam dengan tatapan hampa, pintu surga yang terbuka lebar didepan mata tak mampu sedikitpun ia sapa, tenggelamlah ia dalam penyesalan.

Tidak ada yang dapat mengobati tangisan Ulbah, airmata yang mengalir membuatnya tak mampu memejam mata tuk melewati gulita. Iapun lekas mengambil wudhu dan melaksanakan shalat.

Gemuruh penyesalan atas ketidak mampuan mengaum dihatinya, berderu menyisakan rintik air mata di balik sujudnya. Hingga shalat usai ia tumpahkan segalanya dihadapan Allah yang maha kuasa. Kala tangannya menengadah kepada Allah Rab semesta alam, Ulbah yang merasa kerdil berdo’a.

“Ya Allah, Engkau memerintahkan berjihad, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu yang dapat aku bawa berjihad bersama RasulMu dan Engkau tidak memberikan di tangan RasulMu sesuatu yang dapat membawaku berangkat. Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari semua perbuatan dzolim mereka terhadapku dari perkara harta, raga dan kehormatan.”

“Ya Allah, tidak ada yang dapat aku infakkan sebagaimana yang lainnya telah berinfaq. Seandainya aku memiliki seperti yang mereka punya, aku akan lakukan untukMu, demi jihad di jalanMu. Yang aku punya hanyalah kehormatan, kalau Engkau rela menerimanya, maka saksikanlah bahwa semua kehormatanku telah aku sedekahkan untukMu malam ini..”

Berulang-ulang ia panjatkan doanya, menyerahkan segala kehormatannya kepada Allah semata hingga Fajar tiba.

Berkumandanglah adzan subuh, Ulbah bin zaid tak pernah menyangka Do’anya akan begitu saja diterima oleh Allah ta’ala, ia tak menyangka ditengah malam malaikat-malaikat menyaksikan setiap tetes airmata yang jatuh basahi tempat sujudnya, ia tak pernah menyangka bisikan-bisikan do’anya akan sampai kepada sosok mulia Rosululloh Muhammada Salalallahu ‘alaihi wassalam melalui malaikat jibril.

Subuh itu para sahabat berkumpul setelah shalat usai, seperti biasa setiap mata tertuju kepada sosok mulia Muhammad SAW, menantikan apa yang akan dikatakannya. Tak lama tiba-tiba Roslullah betanya kepada para sahabat. “Siapa yang tadi malam bersedekah? Hendaklah ia berdiri!”

Hening, tak ada yang berdiri, tak ada yang merasa sedekah malam tadi, begitupun dengan Ulbah, hingga akhirnya Rosulullah berjalan mendekatai Ulbah semua mata tertuju padanya, lalu beliau bersabda “Bergembiralah wahai Ulbah, Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya  sedekahmu tadi malam telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.”

Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik… (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)

Kedermawanan adalah salah satu sifat khas yang biasa ada pada diri seorang Muslim yang benar-benar beriman kepada Allah, karena tentu tidak akan ada seorang muslim yang ingin dengan sengaja menyia-nyiakan kesempatan untuk berbagi, memberi, menolong dengan menyedekahkan sebagian hartanya.

Bahkan tidak sedikit umat muslim yang senantiasa menangis kepada Allah karena belum diberi kesempatan untuk bersedekah dijalan-Nya dikarenakan keterbatasan ekonomi.

Tidak ada yang tau harta apa yang telah Ulbah bin zaid sedekahkan dijalan Allah hingga secara khusus Rosulullah menyebutkannya ditengah-tengah para sahabat mulia yang lain.

Ikhwah fillah, selalu ada jalan bagi kita untuk bersedekah, selalu ada yang kita miliki untuk kita sedekahkan dijalan Allah, berjuanglah untuk bersedekah bersegeralah untuk berinfak, karena tidak semua orang memiliki harta yang dapat disedekahkan dijalan Allah.

Wira al-Ghoruty